Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Agustus 2025

GambarPerspektif_XIALP

 Materi

Teknik Menggambar Perspektif

Konsep, Prinsip, dan Contoh

 


1. Konsep Gambar Perspektif

  • Pengertian
    Gambar perspektif adalah teknik menggambar untuk menampilkan objek tiga dimensi (3D) pada bidang dua dimensi (2D) sehingga terlihat seolah-olah nyata.
  • Tujuan
    • Memberikan gambaran ruang yang mendekati kenyataan.
    • Membantu desainer/tukang dalam memahami rancangan.
    • Menunjukkan kedalaman, jarak, dan proporsi objek.
  • Manfaat dalam Lanskap & Pertamanan
    • Menampilkan taman atau lanskap dengan kesan realistis.
    • Memudahkan komunikasi ide antara perancang dan klien.
    • Memberikan visualisasi tata letak pohon, jalan setapak, kolam, gazebo, dan elemen lainnya.
Lebih Lengkapnya silahkan Klik link di bawah ini :

Rabu, 13 November 2024

PKDK XI ALP

 

Materi 2.4 : Mampu Melaksanakan Kegiatan Produksi Sesuai dengan Rencana yang Telah Disusun

1. Pengertian Pelaksanaan Kegiatan Produksi

Pelaksanaan kegiatan produksi adalah serangkaian proses yang dilakukan untuk mengubah bahan baku menjadi produk jadi sesuai dengan rencana dan jadwal kerja yang telah disusun. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan produksi adalah untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang diinginkan, dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Setiap proses produksi harus dijalankan secara teliti dan terorganisir agar dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi yang siap dipasarkan.

Dalam produksi, ada berbagai tahapan yang harus dilalui, mulai dari persiapan bahan baku hingga penanganan produk jadi. Tahapan ini penting untuk menjaga kualitas produk, mengoptimalkan biaya produksi, dan memastikan keberlangsungan operasional yang efektif dan efisien. Pelaksanaan kegiatan produksi yang baik juga membutuhkan perencanaan matang yang mencakup pemilihan bahan baku, peralatan, tenaga kerja, serta metode produksi yang tepat.

Materi 2.4 : Mampu Melaksanakan Kegiatan Produksi Sesuai dengan Rencana yang Telah Disusun

Rabu, 30 Oktober 2024

MapelTanamanPertamanan_XIIALP

 

Modul Materi Ajar

Bab: Merancang Konsep Taman Menggunakan Tanaman Pertamanan

A. Pendahuluan

  • Pengertian Taman: Taman adalah suatu ruang terbuka yang dirancang dengan tujuan estetika, rekreasi, dan fungsi tertentu.
  • Peran Tanaman dalam Taman: Menjelaskan pentingnya tanaman dalam menciptakan suasana, keindahan, dan fungsi ekologis dalam taman.
  • Tujuan Pembelajaran: Siswa diharapkan mampu memahami prinsip-prinsip dasar perancangan taman, memilih jenis tanaman yang sesuai, dan mengaplikasikannya dalam membuat konsep desain taman.

B. Konsep Dasar Perancangan Taman

  • Prinsip-prinsip Desain:
    • Kesatuan (unity)
    • Keseimbangan (balance)
    • Proporsi
    • Aksen dan fokalisasi
    • Perulangan
    • Irama
    • Perurutan
Materi ebih lengkapnya silahkan klik link dibawah ini :
Link Materi :  Merancang Taman XII ALP

Jumat, 25 Oktober 2024

MapelPilihanDesainTaman3D_XIALP

 

Video Tentang Dasar-dasar SkecthUp_1 





Video Tentang Dasar-dasar SketchUp klik link dibawah ini :
SketchUp Basic


MapelPilihanDesainTaman3D_XIALP

 

Materi

Jenis-Jenis Perangkat Lunak Desain Taman 

1. Pengertian Perangkat Lunak Desain Taman

Perangkat lunak desain taman adalah alat yang digunakan oleh desainer lanskap dan arsitek untuk membuat, mengedit, dan memvisualisasikan desain taman dan lanskap secara digital. Perangkat lunak ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan desain yang detail dan akurat, mulai dari sketsa dasar hingga model 3D yang kompleks.

2. Jenis-Jenis Perangkat Lunak Desain Taman

Beberapa perangkat lunak yang umum digunakan dalam desain taman meliputi:

1.       AutoCAD

2.       SketchUp

3.       Revit

4.       Lumion

5.       Blender

Materi Jenis-Jenis Perangkat Lunak Desain Taman 3D_SketchUp

MapelPilihan DesainTaman3D_XIALP

 

Mengidentifikasi Jenis-Jenis Gambar Tampak

Kelas XI Agribisnis Lanskap dan Pertamanan

A. Jenis-Jenis Gambar Tampak

Dalam mempelajari teknik menggambar tampak, penting bagi siswa Agribisnis Lanskap dan Pertamanan untuk memahami dan mampu mengidentifikasi berbagai jenis gambar tampak. Berikut adalah beberapa jenis gambar tampak beserta contohnya:

1. Tampak Depan

Tampak depan menunjukkan sisi muka atau depan suatu objek dengan jelas. Biasanya, tampak depan dipilih sebagai gambar utama untuk mewakili keseluruhan objek.

Lebih Jelasnya silahkan klik ling dibawah ini :

Mengidentifikasi jenis-jenis Gambar Tampak

Senin, 23 September 2024

TanamanPertamananXIIALP

 



Materi Pembelajaran:

Analisa Usaha Lanskap, Pertamanan, dan Nursery

1. Pendahuluan

Analisa usaha adalah proses menilai potensi bisnis dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti biaya produksi, pendapatan, keuntungan, dan risiko. Dalam konteks lanskap dan pertamanan, analisa usaha sangat penting untuk memastikan bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan.

2. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:

  • Memahami konsep analisis usaha di bidang lanskap, pertamanan, dan nursery.
  • Menganalisis biaya dan pendapatan dalam usaha lanskap, pertamanan, dan nursery.
  • Menyusun rencana usaha sederhana di bidang lanskap dan nursery.
  • Mengidentifikasi peluang usaha dalam lanskap dan nursery.

3. Ruang Lingkup Analisa Usaha di Bidang Lanskap dan Nursery

  • Lanskap dan Pertamanan: Usaha yang berfokus pada pembuatan dan perawatan taman, ruang hijau, serta lanskap area publik atau privat.
  • Nursery: Usaha yang bergerak dalam pembibitan dan penjualan tanaman hias, pohon, dan tanaman lainnya yang digunakan dalam lanskap.
Materi lengkapnya Klik Link dibawah ini :
Analisa Usaha Lanskap, Pertamanan, dan Nursery

Peluang Usaha di Bidang Lanskap Pertamanan

Contoh Hitung BEP

Analisa SWOT dan Peluang Usaha


4 Soal Esai Terstruktur

Selasa, 06 Agustus 2024

DasGriTan_MediaTanam2

 Jenis Media Tanam





16 Jenis Media Tanam yang Bisa Digunakan untuk Budidaya


Jenis Media Tanam – Media tanam merupakan salah satu komponen penting dalam bercocok tanam. Media tanam yang dipakai untuk menanam tanaman harus sesuai sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik. Tapi terkadang menentukan media tanam yang tepat untuk jenis tanaman agar sesuai dengan habitat asalnya cukup sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah tempat tanaman tersebut berkembang berbeda-beda.

Secara umum media tanam harus bisa menjaga kelembaban daerah sekitar akar tanaman serta menyediakan cukup udara dan unsur hara. Oleh karena itu jenis media tanam yang digunakan masing-masing daerah selalu berbeda-beda. Di Asia tenggara misalnya sejak tahun 1940 mengunakan media tanam dari pecahan batu bata, sabut kelapa, arang dan batang pakis. Media tanam tersebut bisa digunakan secara tunggal ataupun dikombinasikan antara bahan satu dengan yang lainnya.

Silahkan Lebih lengkapnya Klik Link dibawah ini : 

16 Jenis Media Tanam

Selasa, 30 April 2024

Hard dan Soft Scape_ALP


Apa Itu Hardscape Dan Softscape

HARDSCAPE dan softscape sangat berpengaruh terhadap tampilan taman secara keseluruhan. Pemilihan atau perpaduan yang kurang tepat dijamin tampilan taman kurang bagus. Maka pemilihan hardscape dan softscape harus selaras. Bagaimana memadukan hardscape dan softscape? Kenali karakter Setiap benda memiliki karakter. Begitu pula dengan hardscape dan softscape. Contoh, kolam (hardscape).

Bentuk dan tekstur kolam bervariasi. Ada yang berbentuk persegi dengan tekstur yang rata. Ada juga yang bentuk dan tekturnya tak beraturan mirip alam liar. Meski sama-sama berbentuk kolam, keduanya memiliki karakter berbeda. Yang persegi dengan tekstur rata akan lebih cocok ditempatkan di taman bergaya minimalis. Yang tak beraturan lebih cocok untuk melengkapi taman bergaya tropis. Untuk tanaman (softscape), jenis yang berdaun rimbun lebih tepat ditanam untuk melengkapi taman tropis. Ini karena gaya tropis itu identik dengan suasana lebat, teduh, dan adem. Sebaliknya pada taman minimalis, jenis yang berdaun lurus dan tidak rimbun lebih banyak diaplikasikan. Karakter-karakter itu hendaklah diperhatkan ketika membangun taman. Ini bertujuan untuk menghindari kesan campur aduk pada taman. Perhatikan proporsi Tidak ada patokan mati soal proporsi hardscape dan softscape. Perbandingan keduanya bisa sesuai selera dan gaya yang ingin dibangun. Jika ingin membangun taman kering, kita akan lebih banyak menggunakan hardscape --bisa berupa batu koral-- ketimbang softscape --tanaman. Sebaliknya ketika membangun taman tropis. Komposisi softscape bisa jadi lebih banyak.

Hal lain menyangkut proporsi ini adalah masalah ukuran hardscape atau softscape. Ukuran keduanya mesti disesuaikan dengan luas taman secara keseluruhan. Jangan sampai ukurannya terlalu besar atau malah terlalu kecil jika dibandingkan dengan ukuran taman. Perhatikan juga jumlah hardscape atau softscape. Jika Anda ingin di pinggir kolam ada patung kodok, tetapkan jumlahnya berdasar kebutuhan. Jika hanya sebagai aksen, minimalkan jumlahnyaElemen keras atau lebih dikenal dengan istilah hardscape adalah suatu sebutan yang sering digunakan oleh para insinyur ataupun praktisi dibidang tumbuhan dan lingkaran profesi sekitar, mendifinisikan objek tidak vertikal yang mengalami pengerasan secara alami maupun buatan, dengan sifat fisik solid yang menutupi suatu bidang, semua pengerasan masuk dalam kategori benda mati atau dikenal sebagai abiotik, berikut contoh pengerasan :

1. Paving blok

2. Lantai papan

3. Kerikil, dll.

Sedangkan softscape menunjukan elemen lunak dengan sifat fisik tidak solid dan dapat ber ubah-ubah, elemen lunak ini masuk dalam kategori mahluk hidup atau dikenal sebagai biotik, spesifik nya tanaman, berikut contoh elemen lunak :

1. Rumput

2. Semak

3. Pohon, dll.

Elemen Kunci_ ALP

 

Elemen Elemen Kunci Dalam Desain Landscape




Semua desain, baik di lanskap, di kanvas atau di majalah, bergantung pada alat komposisi umum.





Dalam teksnya, "Elemen Umum dan Prinsip Desain Landscape," oleh Melvin Wong, anggota Departemen Tanaman Tropis dan Ilmu Tanah di Universitas Hawaii di Manoa, dia mengatakan bahwa desain landscape "berbeda dari seni tiga dimensi lainnya. ”Karena didasarkan, terutama, pada penggunaan bentuk-bentuk hidup berwarna hijau yang berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan” adaptasi, status nutrisi, dan masalah hama mereka.

Namun, cara membuat desain landscape yang benar memang menggabungkan sejumlah elemen desain tradisional seperti massa, bentuk, garis, tekstur, warna, dan lain-lain. Dalam lanskap, elemen-elemen ini digunakan untuk mengubah ruang dan menciptakan pengalaman unik. Sementara warna dan tekstur menambah minat dan kekayaan pada desain, massa, bentuk, dan garis sangat penting untuk mengatur ruang dan menyediakan struktur.

Ini adalah elemen desain utama untuk menciptakan lanskap yang harmonis dan terpadu:

1. Massa

Stabilitas musiman dan variasi massa tanaman dicapai melalui campuran elemen hijau dan gugur. Jarang sekali desain hanya terdiri dari bahan yang selalu hijau atau gugur daripada campuran keduanya.

Ukuran massa atau komposisi tergantung pada lokasinya dalam kaitannya dengan faktor lain, seperti kebutuhan untuk deteksi, kedekatan dengan kelompok lain, dll. Adonan bisa berukuran berapa saja, tetapi yang lebih kecil atau menggumpal biasanya tidak seefektif adonan yang lebih besar dan lebih tebal.

2. Membentuk

Bentuknya terkait dengan volume alami tanaman. Beberapa tanaman menyebarkan kebiasaan pertumbuhannya melalui bentuk horizontal atau merambat, seperti semak tertentu.

Ketika bentuk-bentuk horizontal ditempatkan bersama-sama seperti halnya di pagar, bentuk-bentuk vertikal individu mengambil profil horizontal. Bentuk gantung yang jatuh juga dapat digunakan untuk membuat garis yang lebih lembut atau sebagai aksen yang menarik di taman.

3. Garis

Garis adalah elemen yang sangat diperlukan dalam desain. Untuk desain landscape digunakan untuk memandu pandangan melalui serangkaian tanaman dan membuat koneksi spasial.

Garis vertikal mengarahkan mata ke atas dan berguna untuk memperluas ruang kecil. Garis horizontal membuat ruang terasa lebih luas. Juga memprovokasi tanggapan emosional; garis lurus bersifat formal dan langsung, sedangkan garis lengkung lebih lembut dan lebih alami.

Dalam desain lengkung, garis-garisnya harus dramatis, dibuat dengan kesan flamboyan, dan bentuknya sangat ekspresif. Garis lengkung yang memiliki tepi yang lemah dan bersisik tidak akan menarik secara visual atau enak dipandang; Mereka menyarankan aspek naturalistik yang mengundang pengguna untuk berjalan-jalan dan mengalami lanskap.

Di sisi lain, garis lurus, seperti yang ditemukan di pagar lurus atau tepi bahan paving, menunjukkan gerakan cepat dan langsung. Garis miring dapat menciptakan peluang untuk membingkai lanskap. Garis-garis yang saling berhubungan di sudut kanan menciptakan kesempatan untuk berefleksi, berhenti, atau duduk.

Melalui penggunaan garis yang terampil dalam lanskap, perancang dapat mengarahkan perhatian pemirsa ke titik fokus.




4. Tekstur

Tekstur berkaitan dengan kekasaran atau kehalusan daun, kekasaran atau kehalusan kulit kayu, berat atau ringannya dedaunan atau komponen lain yang digunakan dalam bidang lanskap.

Tekstur dalam lanskap tergantung pada jarak dari mana pengamat melihat tanaman. Dalam pandangan jauh, massa tanaman total adalah fitur yang dominan dan kehalusan atau kehalusan daun atau pola percabangan hilang. Dalam hal rencana penanaman keseluruhan, tekstur harus seimbang relatif terhadap sumbu. Dan berat di satu sisi harus sama dengan massa di sisi lain dari poros.

5. Warna

Teori warna adalah masalah yang sangat kompleks dan sangat pribadi yang mengungkapkan selera dan perasaan individu. Warna-warna hangat seperti merah, oranye, dan kuning cenderung bergerak ke arah penonton, sedangkan biru, ungu, dan hijau cenderung surut di lanskap.

Warna-warna hangat terbaca dengan baik dan mempengaruhi mata lebih cepat daripada warna-warna dingin. Saat menggunakan warna-warna hangat, mereka harus digunakan secara berurutan, yang harus halus dan bertahap. Misalnya, dari merah ke kirmizi, dari jingga kirmizi ke jingga, dari perunggu ke jingga kuning, dari kuning ke kuning pucat, dan dari krem ??ke putih.

Pertimbangan penggunaan warna dalam penanaman membutuhkan pemahaman yang menyeluruh dan praktis tentang kepribadian tanaman. Untuk menggunakan warna dengan penuh semangat dan kombinasi warna yang efektif memerlukan pemahaman menyeluruh tentang tanaman, warnanya, dan perubahan musim dengan detail cabang, daun, bunga, dan buah, serta prinsip warna.



Elemen lain yang perlu dipertimbangkan dalam desain landscape


1. Titik fokus atau penekanan

Melalui penggunaan penekanan, gerakan mata diarahkan ke pusat perhatian yang mengambil posisi menonjol dalam lanskap. Misalnya dalam fitur air yang dirancang dengan baik, sepotong patung atau kumpulan tanaman Ericaceae yang secara otomatis menarik perhatian ke tempat menarik ini.

Area terbuka dari halaman rumput, jalan setapak, dan tanaman yang ditempatkan secara strategis dapat menarik perhatian ke fitur utama tanpa gangguan. Penanaman harus ditempatkan untuk mengarahkan mata dengan mudah ke pusat minat terbesar ini.

Fitur sekunder dari pemandangan yang menarik juga dapat dibuat. Dalam hal ini, meskipun komponen-komponen ini bermanfaat untuk berkontribusi pada kesatuan situs dan untuk menyatukan komposisi total situs, mereka memiliki dampak keseluruhan yang jauh lebih kecil daripada titik fokus.



2. Pengulangan

Dengan berulang kali menggunakan komponen yang identik atau serupa di bagian lain dari lanskap, perancang dapat mencapai skema penanaman terpadu. Namun, penting untuk tidak menggunakan bahan terlalu sering, karena hal ini dapat menyebabkan monoton.

Keseimbangan halus diperlukan untuk mencapai desain yang menarik secara visual, fungsional dan estetis.

3. Keseimbangan

Keseimbangan itu bersifat formal (simetris) atau informal (asimetris). Dalam kesetimbangan formal, massa, berat, atau jumlah benda pada setiap sisi sumbu pusat harus sama persis. Tanaman sering terpotong, garis cenderung lurus, dan tepinya jelas.

Untuk keseimbangan asimetris, tanaman harus diposisikan secara tidak merata di kedua sisi sumbu imajiner, sehingga massa atau berat di setiap sisi sumbu tampak seimbang. Garis lengkung, gelap, tepi campuran dan kontur alami mengidentifikasi asimetri di taman.

4. Variasi

Dalam hal lanskap, penting untuk diingat bahwa berbagai garis, bentuk, tekstur, dan warna diperlukan untuk mencapai lanskap yang menarik. Tanpa variasi dalam penggunaan bahan lanskap keras dan lunak, ini dapat menyebabkan hasil yang tidak menguntungkan.

5. Pengelompokan

Daya tarik yang jauh lebih besar dicapai ketika jumlah tanaman ganjil digunakan di lanskap. Pengelompokan tiga, lima, tujuh dan sembilan cerita, menciptakan perasaan massa yang kuat dan pernyataan lanskap yang berani.

Tanaman harus ditempatkan tidak merata dan setiap upaya harus dilakukan untuk menghindari menempatkan tanaman dalam segitiga sama sisi. Ketika dikelompokkan bersama, seorang desainer biasanya memulai dengan spesimen yang menentukan skala lanskap. Tanaman yang sedikit kurang penting berkerumun di sekitarnya, melengkapi spesimen dalam hal warna, tekstur, dan kebiasaan tumbuh. Menanam salah satunya dan salah satunya akan menciptakan perasaan yang tidak rata dan terputus-putus.

6. Irama

Ritme tersebut diungkapkan melalui penempatan tanaman, furnitur, dll, baik secara individu maupun kelompok. Misalnya, beberapa bangku dapat ditempatkan di lekukan biasa di sepanjang perbatasan semak. Jika semua bangku lainnya diganti dengan patung yang menarik, ritme akan tercipta yang akan mengurangi monoton penggunaan berlebihan komponen lanskap.

7. Skala dan Proporsi

Proporsi dan skala yang baik tidak memiliki aturan yang keras dan cepat. Skala umumnya mengacu pada ukuran sesuatu atau objek yang tampaknya memiliki hubungan yang baik dengan hal-hal lain atau dengan desain secara keseluruhan. Pada dasarnya ini berkaitan dengan beberapa ukuran hingga yang berlaku secara universal atau standar dimensi yang diketahui.

Rasio adalah rasio lebar dengan panjang suatu area atau rasio bagian-bagian dari suatu organisasi.

8. Urutan

Penggunaan sequence yang efektif sering digunakan untuk membuat gerakan visual dalam lanskap. Hal ini menjadi pertimbangan penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan pola tanam secara umum. Misalnya, urutannya bisa berupa kombinasi alami yang teratur dari bahan tanaman. Dalam hal ini, objek rendah muncul di latar depan, objek menengah di tengah, dan objek tinggi di latar belakang.


Sumber : http://desain-grafis-s1.stekom.ac.id/informasi/baca/Elemen-elemen-kunci-dalam-desain-Landscape/2145c3e7ce74ef291f7254708749ad33403111fc

 


Kamis, 22 Februari 2024

DasGriTan-Pupuk dan Pemupukan



Cara Menghitung Kebutuhan Pupuk

        Pemupukan merupakan usaha manusia untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman. Dalam prosesnya tentu perlu suatu perhitungan kebutuhan hara, agar pupuk yang diberikan efektif dan efisien. Efektif bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta efisien dalam hal biaya produksi.
        Sebelum melakukan perhitungan kebutuhan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu Jenis tanaman dan Jenis pupuk.

1. Jenis tanaman
    Jenis tanaman berkenaan kebutuhan unsur haranya. Dalam penentuan kebutuhan unsur hara perlu dilakukan analisis jaringan di laboratorium.

2. Jenis pupuk
    Jenis pupuk berkenaan kandungan hara makro yang terdapat di pupuk tersebut. Pada Urea terkandung 45% hara N, SP-36 36% P2O5, KCl 60% K2O, TSP 46% P2O5, ZA 21% N, ES 18% P2O5

Selengkapnya bisa dilihat di link berikut :


Sumber :  http://ragiliaputrutami.blogspot.com/2013/02/cara-meghitung-pupuk.html


Sabtu, 10 Februari 2024

Agroklimat


Jenis Irigasi Sprinkle



IRIGASI SPRINKLER

Untuk memelihara perkebunan kita dengan air, ada banyak metode. Salah satunya adalah irigasi sprinkler. Tentunya kedengarannya banyak bagi Anda karena ini adalah salah satu sistem irigasi yang paling terkenal, tetapi apakah Anda tahu tentang apa itu dan karakteristiknya? Jika Anda tidak begitu jelas tentangnya, dalam artikel ini kami akan menjelaskannya kepada Anda secara singkat.

Apa itu irigasi sprinkler?

Irigasi sprinkler adalah sistem irigasi yang melaluinya air mencapai tanaman dalam bentuk hujan, yaitu melalui tetesan. Ini adalah sistem yang memberi dosis air dengan sangat baik dan menyerupai cara alami di mana lingkungan melakukan fungsi melembabkan tanah dan tanaman yang ada di dalamnya.

Bagaimana cara kerja irigasi sprinkler secara detail?

Air yang akan disirami tanaman dikumpulkan secara otomatis dari sumur, sungai, danau, waduk, dll. Struktur digunakan untuk menyimpan air, yang dapat berupa danau alami atau waduk yang dibangun untuk tujuan yang sama, baik di bawah tanah maupun tidak.

Pemasangan sistem irigasi dilakukan tergantung pada situasi lahan. Bisa dengan cara gravitasi, jika daerah yang akan diairi lebih rendah dari tempat penyimpanan, atau dengan pemompaan, jika tanahnya lebih tinggi.

Sistem irigasi membuang tetesan air

Apa keuntungan dari irigasi sprinkler?

Keuntungan utama dari sistem irigasi sprinkler adalah konsumsi airnya jauh lebih baik daripada sistem lain seperti irigasi alur atau banjir, namun sistem ini memiliki banyak lainnya. Misalnya, dapat digunakan dengan sangat mudah di lahan yang terletak di perbukitan, air dapat diberi dosis dengan sangat presisi dan merupakan sistem yang sangat positif bagi tanaman karena cakupan airnya lengkap dan air didistribusikan dengan lancar tanpa tekanan. dapat menyebabkan kerusakan.

Sebagai kerugian, perlu dicatat bahwa meskipun konsumsi airnya sangat efisien, itu bukan yang memungkinkan penghematan paling banyak karena sistem irigasi tetes

Referensi Video Irigasi Sprinkle

Rabu, 26 Juli 2023

Lanskap dan Pertamanan 1

Bahan Bacaan
Materi Tanaman Pertamanan


Klasifikasi Tanaman Pertamanan

Tanaman pertamanan dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, termasuk klasifikasi ilmiah dan karakteristik tumbuhnya. Berikut adalah penjelasan rinci tentang jenis-jenis tanaman pertamanan berdasarkan klasifikasinya:

1. Berdasarkan Klasifikasi Ilmiah:

  • Kingdom (Kerajaan): Dalam taksonomi, tanaman termasuk dalam Kingdom Plantae. Ini adalah kelompok besar yang mencakup semua organisme yang memiliki sel dengan dinding sel berkarbon dan melakukan fotosintesis.
  • Divisi (Phylum): Kelompok tanaman yang lebih besar dibagi menjadi beberapa divisi, seperti Angiospermae (tanaman berbunga) dan Gymnospermae (tanaman berbiji terbuka).
  • Kelas (Class): Setiap divisi terdiri dari beberapa kelas. Contohnya, dalam Angiospermae, kita memiliki kelas Monocotyledonae (tumbuhan berkeping satu) dan Dicotyledonae (tumbuhan berkeping dua).