Minggu, 02 Juni 2024

DasGriTan_ATS

 



BUDI DAYA MENTIMUN SERTA ANALISIS USAHA TANI UNTUK LAHAN SELUAS 100 M²

Cara Budi Daya Mentimun

1. Persiapan Lahan

Pemilihan Lahan: Pilih lahan yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik. Mentimun membutuhkan sinar matahari penuh.

Pengolahan Tanah: Lakukan pengolahan tanah dengan cara mencangkul atau membajak hingga kedalaman 20-30 cm. Buat bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 20-30 cm, serta jarak antar bedengan 40-50 cm.

Pemupukan Dasar: Campurkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 2-3 kg/m² ke dalam tanah.

Lebih lengkapnya silahkan klik link dibawah ini :



Sumber ;  Dari berbagai Sumber di Internet

Rabu, 29 Mei 2024

DasGriTan_Daya Kecambah



Materi: Vigor dan Viabilitas Benih, Daya Kecambah, dan Uji Daya Kecambah

1. Vigor dan Viabilitas Benih

Viabilitas Benih

  • Definisi: Viabilitas benih adalah kemampuan benih untuk berkecambah dan menghasilkan tanaman normal dalam kondisi optimal.
  • Ciri-Ciri Benih Viabel:
    • Mampu berkecambah dengan cepat.
    • Menghasilkan tanaman yang sehat dan normal.
    • Memiliki kapasitas metabolik yang tinggi.
  • Pengukuran Viabilitas:
    • Viabilitas diukur dengan mengamati tingkat perkecambahan benih dalam kondisi optimal.
    • Tes viabilitas standar melibatkan pengamatan langsung terhadap perkecambahan benih dalam media tumbuh yang sesuai.
Selengkapnya silahkan klik link di bawah ini :

 

ALP-Tanaman Pertamanan

 



IDENTIFIKASI TANAMAN PERTAMANAN

Identifikasi tanaman pertamanan melibatkan penilaian berbagai karakteristik tanaman untuk memastikan mereka sesuai dengan tujuan estetika dan fungsional taman. Berikut adalah beberapa kriteria utama yang digunakan untuk identifikasi tanaman pertamanan:

  1. Jenis dan Spesies Tanaman:
    • Pohon: Tanaman berkayu dengan batang utama yang jelas.
    • Semak: Tanaman berkayu dengan banyak batang dari dasar.
    • Tanaman Perdu: Tanaman dengan ketinggian sedang, lebih kecil dari pohon.
    • Tanaman Penutup Tanah: Tanaman yang tumbuh rendah dan menyebar luas, menutupi tanah.
    • Tanaman Merambat: Tanaman yang memanjat atau menjalar pada struktur lain.
    • Herba: Tanaman tanpa batang kayu yang berumur pendek atau panjang.
Untuk Lebih Jelasnya silahkan klik ling dibawah ini :

Senin, 27 Mei 2024

ATB-Pisang



 BUDIDAYA PISANG

 

Pisang (Musa paradisiaca) merupakan buah yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Rasanya yang manis dengan tekstur yang empuk membuatnya sangat digemari masyarakat. Indonesia adalah negara penghasil buah pisang terbesar di Asia. Produksinya mencapai lebih dari 50% produksi pisang negara-negara Asia dengan lebih dari 200 jenis pisang yang tersebar di Indonesia. Pisang juga bermanfaat untuk kesehatan dan mempunyai manfaat ekonomi. Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri dan memenuhi permintaan ekspor, maka perlu dilakukan pengembangan budidaya pisang yang berkualitas.

Sebelum mengetahui cara budidaya pisang, terlebih dahulu harus diketahui syarat tumbuh tanaman pisang antara lain: 

1) Setiap rumpun paling banyak 2-3 pohon; 

2) Kemiringan lahan maksimum 45 derajat, lahan harus diteras, penguat teras harus dipelihara dengan baik dan bahan mulsa (sisa dedaunan) dikumpulkan di bawah pohon pisang; 

3) Bila kesuburan tanah rendah, dilakukan pemupukan kompos secukupnya atau dengan pupuk buatan. yaitu pupuk ZA 200 g/tanaman/tahun, pupuk TSP 100 g/tanaman/tahun, pupuk KCl 150 g/tanaman/tahun.

Persiapan lahan

Lahan harus bebas dari alang-alang, selanjutnya pembuatan lubang tanaman dengan ukuran 60 x 60 x 50 cm dengan jarak antar lubang tanam 3-4 m. Setiap lubang diisi pupuk kandang atau kompos.

Seleksi dan penanaman bibit

Bibit yang digunakan berasal dari anakan tanaman pisang yang berkualitas  yang dihasilkan dari metode bit (bonggol). Bibit didederkan pada media tanah campur pasir (1:1). Setelah satu minggu, bibit mulai berakar dan dipindahkan ke polybag. Setelah 2 (dua) bulan kemudian bibit siap dipindahkan ke lahan. Bibit ditanam dalam setiap lubang sebanyak 1 bibit. Penanaman bibit sebaiknya dilaksanakan pada awal musim hujan,

Pemupukan

Sebulan setelah ditanam, dipupuk dengan campuran 250 gr ZA, 100 gr DS dan 150 gr ZK per tanaman. Pemupukan tersebut diulang setiap tiga bulan sekali. Pupuk dibenamkan melingkar di sekeliling tanaman.

Penjarangan tanaman

Penjarangan anakan ditujukan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan sehingga tanaman dapat menghasilkan tandan yang lebih besar dan berkualitas baik dengan cara memilih anakan pedang. Untuk anakan kedua yang dipelihara berasal dari anakan pertama, dan anakan ketiga berasal dari anakan kedua. Pemeliharaan anakan sebaiknya dimulai setelah induknya berumur 4-6 bulan. Pemeliharaan tanaman induk dengan ketiga anakannya sebaiknya merupakan bentuk melingkar.

Pemotongan jantung pisang

Setelah bunga terakhir pada jantung mekar yang ditandai dengan pertumbuhan buah yang kecil-kecil dan lambat, sisa jantung segera dipotong. Pemotongan jantung tersebut dapat meningkatkan produksi buah sekitar  2-5%.

Pemeliharaan

Penyakit layu pada pisang terdiri dari penyakit layu fusarium dan penyakit layu bakteri. Penyakit layu fusarium disebabkan oleh jamur Fusarium oxysparum. Jamur penyebab penyakit ini hidup di dalam tanah, kemudian masuk ke akar, selanjutnya masuk ke bonggol dan jaringan pembuluh. Gejala penyakit ini, yakni sepanjang jaringan pembuluh pada batang semu berwarna coklat kemerahan. Selain itu, daun akan menguning dan menjadi layu, tangkainya menjadi terkulai dan patah, lapisan luar batang semu terbelah dari bawah ke atas. Ciri khasnya ialah jika pangkal batang dibelah membujur, terlihat garis-garis coklat atau hitam dari bonggol ke atas melalui jaringan pembuluh ke pangkal dan tangkai daun.

Penularan penyakit ini melalui bibit, tanah, dan air yang mengalir mengandung spora jamur. Penyakit layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum.

Bisa juga disebut penyakit dara karena bila akar tinggal/bonggol tanaman sakit dipotong maka keluar cairan kental yang berwarna kemerahan..

Penularan penyakit ini dapat terjadi karena bibit terinfeksi, serangga yang mengunjungi bunga, alat-alat pemangkasan dan kontak akar.

Cara pencegahannya penyakit layu, antara lain: 1) Menanam bibit pisang yang sehat, 2) Melakukan pemupukan yang seimbang, 3) Sanitasi dan drainase yang baik agar waktu hujan, air tidak mengalir dan tergenang di permukaan tanah, 4) Memelihara tanaman dengan hati-hati untuk mengurangi terjadinya luka pada akar, dan 5) Untuk mencegah penularan oleh serangga melalui luka pada bunga yang rontok, maka dapat dilakukan pemotongan jantung.

Pemanenan

Pada musim kemarau, buah pisang sudah bisa dipanen setelah 80 hari sejak keluarnya jantung, dan pada musim hujan setelah 120 hari.  Ciri-ciri buah pisang yang sudah bisa dipanen antara lain: 1) kulit buah menjadi lebih cerah, 2) bentuk buah lebih membulat tidak bersiku, 3) saat panen buah jangan sampai terjadi banyak luka pada kulit buah akibat benturan atau gesekan agar mutu dan penampakan buah tetap baik dan menarik.

Sumber : https://dinpertanpangan.demakkab.go.id/?p=4908

https://jogjabenih.jogjaprov.go.id/read/fc34d539b0bb13221724935bb090628c862df191aabb34218a087137f30fa6783291

Link Video Budidaya Pisang 

1. BDT_PISANG-1

2. BDT_PISANG-2


Rabu, 22 Mei 2024

DasGriTan_Latihan Soal UjiDayaKecambah

 

25 soal PG "Pengujian Daya Berkecambah dari Benih 

Tanaman Melon"

Soal Pilihan Ganda

  1. Apa yang dimaksud dengan daya berkecambah dalam konteks pengujian benih melon?

A. Waktu yang dibutuhkan benih untuk berkecambah.

B. Persentase benih yang mampu berkecambah dalam kondisi ideal.

C. Tingkat kesuburan tanah untuk pertumbuhan benih.

D. Jumlah air yang dibutuhkan benih untuk berkecambah.

E. Suhu optimal untuk pertumbuhan benih.

 

  1. Mengapa pengujian daya berkecambah penting bagi petani melon?

A. Untuk menentukan warna buah melon yang dihasilkan.

B. Untuk memastikan kualitas benih yang akan ditanam.

C. Untuk mengetahui kadar air dalam benih melon.

D. Untuk mengukur pH tanah di sekitar tanaman.

E. Untuk menentukan jenis pupuk yang harus digunakan.

 

  1. Langkah pertama dalam pengujian daya berkecambah adalah?

A. Penanaman benih di lahan.

B. Persiapan medium tanam.

C. Pengambilan sampel benih secara acak.

D. Inkubasi benih di tempat gelap.

E. Penghitungan hasil pengujian.


Silahkan Lanjtanya klik Link di bawah ini :

Uji Daya Kecambah_Melon

DasGriTan_UjiDaya Kecambah

 


Materi Pembelajaran: Pengujian Daya Berkecambah dari Benih Tanaman Melon

A. Pendahuluan

Pengujian daya berkecambah adalah salah satu langkah penting dalam budidaya tanaman untuk menentukan kualitas benih yang akan ditanam. Daya berkecambah menggambarkan persentase benih yang mampu berkecambah dalam kondisi ideal. Pengujian ini sangat penting bagi petani dan agripreneur untuk memastikan benih yang digunakan memiliki potensi tumbuh yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi budidaya.

B. Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami konsep daya berkecambah.
  2. Mengetahui langkah-langkah pengujian daya berkecambah.
  3. Mengaplikasikan pengujian daya berkecambah dalam kegiatan budidaya melon.
  4. Menilai hasil pengujian dan mengambil keputusan berdasarkan hasil tersebut
Lebih Lanjut Silahkan diklik link dibawah ini :

Kamis, 16 Mei 2024

Informatika_Komputer dan Manusia

 


Modul Materi : Berbagai Macam Jenis Komputer, Komponen Penyusunnya, Cara Kolaborasi Antarkomponen, serta Cara Interaksi Manusia dan Komputer

1. Berbagai Macam Jenis Komputer

A. Komputer Desktop Komputer desktop adalah komputer yang dirancang untuk ditempatkan di meja kerja. Komputer ini terdiri dari beberapa komponen utama seperti unit pemrosesan pusat (CPU), monitor, keyboard, dan mouse. Desktop biasanya digunakan untuk pekerjaan yang membutuhkan performa tinggi seperti desain grafis, pemrograman, dan gaming.