Tampilkan postingan dengan label Pupuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pupuk. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Oktober 2025

Produktif XI ALP2025

 

Perhitungan Biaya Produksi dan Penentuan Harga jual Produk

Studi kasus : Usaha Pembuatan Pupuk Organik Kompos

 

Asumsi Awal (Skala Usaha Kecil: 1-5 ton/bulan)

  • Kapasitas Produksi: 2.000 kg (2 ton) per bulan.
  • Kemasan: Karung beras @ 25 kg.
  • Jumlah Karung/Bulan: 2.000 kg / 25 kg = 80 karung.

 

A. Perhitungan Biaya Produksi

1. Biaya Bahan Baku (50% dari Total Biaya)

Bahan Baku

Volume (untuk 80 karung)

Harga Satuan (Rp)

Total Biaya (Rp)

Sekam Mentah

500 kg

500/kg

250.000

Sekam Bakar

300 kg

1.500/kg

450.000

Topsoil Kebun

800 kg

300/kg

240.000

Serasah Daun

400 kg

200/kg

80.000

Kapur Dolomit

20 kg

2.000/kg

40.000

EM4

5 liter

25.000/liter

125.000

Subtotal Bahan Baku Langsung

1.185.000

Kemasan & Label (80 karung + stiker)

80 set

2.500/set

200.000

Total Biaya Bahan Baku

1.385.000

 Untuk Lengkapnya Silahkan  Klik Link dibawah ini :
1. Perhitungan Biaya produksi dan Penentuan Harga Jual

2. LKPD : LKPD_Usaha Pupuk Organik Kompos XI ALP 2025

Senin, 18 November 2024

Materi XII ALP

 



Morfologi  Dan Taksonomi  Tanaman Hias/Pertamanan

1. Pendahuluan

Morfologi dan taksonomi tanaman hias merupakan ilmu dasar yang harus dipahami dalam bidang Agribisnis Lanskap dan Pertamanan. Morfologi tanaman mempelajari bentuk dan struktur fisik dari tanaman, sedangkan taksonomi mempelajari klasifikasi dan pengelompokan tanaman berdasarkan karakteristik yang dimiliki. Pemahaman ini penting untuk perencanaan, pemeliharaan, dan pemilihan tanaman yang sesuai untuk kebutuhan lanskap dan taman.

 

2. Morfologi Tanaman Hias

Morfologi tanaman hias meliputi berbagai bagian tanaman yang berperan penting dalam estetika dan fungsi tanaman di lanskap. Berikut adalah deskripsi rinci tentang setiap bagian morfologi tanaman:


Lebih Lengkapnya silahkan klik link dibawah ini :

Linknya :  Morfologi dan Taksonomi Tanaman Hias/Pertamanan

Latihan Soal  Klik Link : Latihan Soal Morfologi dan Taksonomi Tanaman Hias 

Selasa, 06 Agustus 2024

DasGriTan_MediaTanam2

 Jenis Media Tanam





16 Jenis Media Tanam yang Bisa Digunakan untuk Budidaya


Jenis Media Tanam – Media tanam merupakan salah satu komponen penting dalam bercocok tanam. Media tanam yang dipakai untuk menanam tanaman harus sesuai sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik. Tapi terkadang menentukan media tanam yang tepat untuk jenis tanaman agar sesuai dengan habitat asalnya cukup sulit. Hal ini dikarenakan setiap daerah tempat tanaman tersebut berkembang berbeda-beda.

Secara umum media tanam harus bisa menjaga kelembaban daerah sekitar akar tanaman serta menyediakan cukup udara dan unsur hara. Oleh karena itu jenis media tanam yang digunakan masing-masing daerah selalu berbeda-beda. Di Asia tenggara misalnya sejak tahun 1940 mengunakan media tanam dari pecahan batu bata, sabut kelapa, arang dan batang pakis. Media tanam tersebut bisa digunakan secara tunggal ataupun dikombinasikan antara bahan satu dengan yang lainnya.

Silahkan Lebih lengkapnya Klik Link dibawah ini : 

16 Jenis Media Tanam

DasGriTan2425_Media Tanam1_LKPD+Soal

 

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)



https://images.app.goo.gl/NSnrTt6d7xHDbG3Y7


Materi: Media Tanam - Persiapan Media Tanam

 

1.         Jenis-jenis Media Tanam

Media tanam adalah bahan yang digunakan untuk menumbuhkan tanaman. Berikut adalah beberapa jenis media tanam beserta karakteristik dan kelebihannya:

a. Tanah:

  • Karakteristik: Umumnya berasal dari lapisan atas permukaan bumi, mengandung mineral, dan materi organik.
  • Kelebihan: Kaya akan nutrisi dan cocok untuk berbagai jenis tanaman.

b. Kompos:

  • Karakteristik: Hasil dari penguraian bahan organik seperti sisa tanaman dan limbah organik lainnya.
  • Kelebihan: Meningkatkan kesuburan tanah dan membantu menjaga kelembaban media tanam.
Lebih Lengkapnya Klik Link berikut :

Kamis, 22 Februari 2024

DasGriTan_Budidaya Cabe Merah

 Budidaya Cabe Merah 

Cabai merah (Capsicum annuum) termasuk famili Solanaceae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki banyak manfaat, bernilai ekonomi tinggi dan mempunyai prospek pasar yang menarik. Buah cabai selain dapat dikonsumsi segar untuk campuran bumbu masak juga dapat diawetkan misalnya dalam bentuk acar, saus, tepung cabai dan buah kering.

Cabai merah cocok dibudidayakan, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, pada lahan sawah atau tegalan dengan ketinggian 0–1000m dpl. Tanah yang baik untuk pertanaman cabai adalah yang berstruktur remah ataugembur, subur, kaya akan bahan organik, pH tanah antara6-7.Kandungan air tanah juga perlu diperhatikan.Hal tersebut berhubungan dengan tempat tumbuh tanaman cabai (sawah atau tegalan).Tanaman cabai yang dibudidayakan disawah sebaiknya ditanam pada akhir musim hujan, sedangkan di tegalan ditanam padamusim hujan. Dengan pemilihan musim tanam yang tepat, diharapkan pada saat pertumbuhan tanaman, kandungan air sawah tidak berlebihan dan ditanah tegalan masih cukup air untuk pertumbuhan cabai.

1.   Varietas yang Dianjurkan

Varietas yang dapat digunakan untuk budidaya cabai merah antaralain adalah Lembang–1, Tanjung–2, Hot Chilli, Hot Beauty dan lain sebagainya. Kebutuhan benih sebesar 250-350 g/ha.

Lebih lengkapnya bisa dilihat di link berikut ini :

Budidaya Cabe Merah


DasGriTan-Pupuk dan Pemupukan_1

Pengertian Macam-macam Pupuk serta Unsur Mikro

 









PENGERTIAN PUPUK

Dalam arti luas yang dimaksud pupuk ialah suatu bahan yang digunakan untuk mengubah sifat fisik, kimia atau biologi tanah sehingga menjadi lebih baik bagi pertumbuhan tanaman.

Dalam pengertian yang khusus pupuk ialah suatu bahan yamg mengandung satu atau lebih  hara tanaman.

PENGERTIAN PUPUK SECARA LAIN

PUPUK adalah material yang ditambahkan pada media tanam atau tanaman untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik. Material pupuk dapat berupa bahan organik ataupun non-organik (mineral). Pupuk berbeda dari suplemen tambahan. Pupuk mengandung bahan baku pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sementara suplemen seperti hormon tumbuhan membantu kelancaran proses metabolisme. Ke dalam pupuk, khususnya pupuk buatan, dapat ditambahkan sejumlah material suplemen.

Dalam pemberian pupuk perlu diperhatikan kebutuhan tumbuhan tersebut, agar tumbuhan tidak mendapat terkaku banyak zat makanan. Terlalu sedikit atau terlalu banyan zat makanan dapat berbahaya bagi tumbuhan. Pupuk dapat diberikan lewat tanah ataupun disemprotkan ke daun.
Lebih jelasnya silahkan klik link dibawah ini :


DasGriTan-Pupuk dan Pemupukan



Cara Menghitung Kebutuhan Pupuk

        Pemupukan merupakan usaha manusia untuk mencukupi kebutuhan hara tanaman. Dalam prosesnya tentu perlu suatu perhitungan kebutuhan hara, agar pupuk yang diberikan efektif dan efisien. Efektif bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, serta efisien dalam hal biaya produksi.
        Sebelum melakukan perhitungan kebutuhan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu Jenis tanaman dan Jenis pupuk.

1. Jenis tanaman
    Jenis tanaman berkenaan kebutuhan unsur haranya. Dalam penentuan kebutuhan unsur hara perlu dilakukan analisis jaringan di laboratorium.

2. Jenis pupuk
    Jenis pupuk berkenaan kandungan hara makro yang terdapat di pupuk tersebut. Pada Urea terkandung 45% hara N, SP-36 36% P2O5, KCl 60% K2O, TSP 46% P2O5, ZA 21% N, ES 18% P2O5

Selengkapnya bisa dilihat di link berikut :


Sumber :  http://ragiliaputrutami.blogspot.com/2013/02/cara-meghitung-pupuk.html


Minggu, 11 Februari 2024

SISTEM IRIGASI






SISTEM IRIGASI – TEKNIK IRIGASI



Air beserta sumber-sumbernya merupakan kekayaan alam yang mutlak dibutuhkan oleh hajat hidup manusia, oleh karena itu perlu dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat banyak. Secara konstituonal wewenang penguasaan air diatur oleh Negara yang dinyatakan dalam Undang Undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3. Dalam ruang lingkupnya, di Indonesia pengembangan dan pengelolaan irigasi dan drainase pada umumnya ditujukan untuk keperluan tanaman padi di daerah persawahan, baik dimusim hujan maupun kemarau. 
Berdasarkan sejarahnya, perkembangan irigasi-irigasi di indonesia diperkirakan baru berlangsung sejak lebih 1000 tahun yang lampau pada zaman kerajaan-kerajaan Hindu di Jawa dimulai dari sistem irigasi secara tradisional. Salah satu peninggalan yang masih ada yaitu irigasi Subak di Bali dan irigasi-irigasi kecil di Jawa. Sistem irigasi modern diperkirakan dimulai pada pertengahan abad XIX sebagai upaya mengatasi kelaparan yang terjadi di Jawa Tengah. 

Selasa, 16 Mei 2023

 PSB_ Photosynthetic Bacteria -Bakteri Fotosintesis



PSB_ Photosynthetic Bacteria -Bakteri Fotosintesis

Cara Pembuatan PSB - Photosynthetic Bacteria, dan Manfaatnya Bagi Tanaman Budidaya


Bakteri fotosintesis atau photosynthetic bacteria (PSB) adalah bakteri autotrof yang bisa berfotosintesis dengan sendirinya. PSB punya pigmen Bakteriofil A atau B yang bisa memproduksi pigmen warna merah, hijau, hingga ungu untuk menangkap energi matahari yang digunakan sebagai bahan bakar fotosintesis.

Bakteri fotosintetik memiliki vakuola berisi enzim untuk menambat CO2 bebas yg disebut Rubisco atau ribulosa bipospat karboksilase. Enzim ini bertugas untuk mempermudah Ribulosa Bi Pospat atau RuBP dalam menangkap karbon dioksida bebas yang ada di udara dan kemudian mengubahnya menjadi senyawa organik.

Untuk lebih jelasnya silahkan klik link dibawah ini ya...

PSB - Cara Membuat dan Manfaatnya