Rabu, 19 Maret 2025

Biaya Produksi dan BEP

 BEP dan Biaya Produksi


Cara Menentukan Harga Jual suatu produk dan BEP

Menentukan harga jual suatu produk atau jasa, seperti jasa pembuatan taman minimalis, memerlukan analisis usaha yang matang. Berikut langkah-langkah dalam menentukan harga jual:

1. Hitung Total Biaya Produksi (Total Cost)

Total biaya produksi terdiri dari:

  • Biaya Tetap (Fixed Cost): Biaya yang tidak berubah meskipun jumlah proyek bertambah, seperti sewa tempat, gaji pegawai tetap, dan peralatan yang sudah dimiliki.
  • Biaya Variabel (Variable Cost): Biaya yang berubah sesuai jumlah proyek, seperti pembelian tanaman, media tanam, pupuk, biaya transportasi, dan tenaga kerja harian.
  • Biaya Operasional Lainnya: Seperti pemasaran, listrik, dan penyusutan alat.

Cara Menentukan Harga Jual suatu produk dan BEP

Biaya Produksi 1_BEP

Biaya Produksi 2

Selasa, 25 Februari 2025

Materi_FaktorEdafik_XATPH

 

MODUL PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran : Dasar-dasar Agribisnis Tanaman
Kelas : X ATPH
Materi : Faktor Edafik: Tanah, pH Tanah dan Pengaruhnya terhadap Budidaya Tanaman


BAB 1: PENGERTIAN FAKTOR EDAFIK

Faktor edafik adalah faktor yang berkaitan dengan kondisi tanah yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Faktor ini mencakup tekstur, struktur, kesuburan tanah, kandungan bahan organik, kadar air, serta tingkat keasaman atau kebasaan tanah (pH tanah).


BAB 2: TANAH SEBAGAI MEDIA TUMBUH TANAMAN

A. Komponen Tanah

Tanah terdiri dari beberapa komponen utama:

  1. Mineral – Berasal dari pelapukan batuan.
  2. Bahan Organik – Sisa-sisa makhluk hidup yang mengalami dekomposisi.
  3. Air – Berfungsi sebagai pelarut unsur hara bagi tanaman.
  4. Udara – Membantu akar dalam proses respirasi.

B. Jenis-Jenis Tanah

  1. Tanah Pasir – Porositas tinggi, cepat kering, kurang subur.
  2. Tanah Lempung – Daya ikat air tinggi, cocok untuk pertanian.
  3. Tanah Humus – Kaya bahan organik, sangat subur.
  4. Tanah Gambut – Asam dan miskin unsur hara.

BAB 3: PH TANAH DAN PENGARUHNYA

A. Pengertian pH Tanah

pH tanah adalah ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah dalam skala 0-14. pH tanah yang ideal untuk sebagian besar tanaman adalah 5,5-7,5.

Singkatan dari pH tanah adalah "potential of Hydrogen" atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai "potensial hidrogen". pH tanah mengukur tingkat keasaman atau kebasaan tanah pada skala 0-14, di mana:

  • pH < 7 → Tanah asam
  • pH = 7 → Tanah netral
  • pH > 7 → Tanah basa (alkalis)

pH tanah sangat penting dalam pertanian karena memengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman dan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah.

B. Klasifikasi pH Tanah

pH

Kategori

< 4,5

Sangat Asam

4,5 - 5,5

Asam

5,6 - 6,5

Agak Asam

6,6 - 7,5

Netral

7,6 - 8,5

Agak Basa

> 8,5

Basa

C. Pengaruh pH Tanah terhadap Tanaman

  • pH terlalu rendah (asam): Menyebabkan keracunan Al, Mn, dan Fe serta menghambat penyerapan unsur hara esensial seperti Ca dan Mg.
  • pH netral: Kondisi optimal bagi pertumbuhan tanaman karena unsur hara tersedia dalam jumlah cukup.
  • pH terlalu tinggi (basa): Menghambat penyerapan Fe, Mn, Zn, dan Cu yang penting untuk pertumbuhan tanaman.

D. Cara Menyesuaikan pH Tanah

  1. Menaikkan pH Tanah:
    • Menggunakan kapur pertanian (dolomit/kalsit)
    • Menambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk kandang
  2. Menurunkan pH Tanah:
    • Menambahkan sulfur atau pupuk berbasis amonium
    • Menggunakan bahan organik yang mengandung asam humat

BAB 4: PRAKTIK PENGUJIAN PH TANAH

A. Alat dan Bahan

  1. pH meter atau kertas lakmus
  2. Air suling
  3. Sampel tanah
  4. Wadah kecil

B. Langkah-langkah Pengujian

  1. Ambil sampel tanah dari beberapa titik.
  2. Tambahkan air suling dan aduk hingga menjadi lumpur.
  3. Celupkan kertas lakmus atau masukkan pH meter ke dalam larutan.
  4. Catat hasilnya dan bandingkan dengan tabel pH tanah.

BAB 5: KESIMPULAN

Tanah dan pH tanah memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, pemantauan dan pengelolaan pH tanah sangat penting dalam budidaya tanaman untuk memastikan ketersediaan unsur hara dan optimalisasi hasil panen.

Selasa, 18 Februari 2025

FaktorA_BIOTIK_DasGriTan_XATPH

 

FAKTOR BIOTIK DAN ABIOTIK YANG MEMPENGARUHI BUDIDAYA PERTANIAN

BAB 1: PENDAHULUAN

Budidaya pertanian adalah kegiatan manusia dalam mengelola sumber daya alam guna menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat bagi kehidupan. Dalam prosesnya, budidaya pertanian dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang bersifat biotik maupun abiotik. Faktor-faktor ini menentukan keberhasilan pertanian, produktivitas tanaman, serta keberlanjutan usaha pertanian.

Faktor biotik terdiri dari makhluk hidup yang berinteraksi dengan tanaman, seperti mikroorganisme, hewan, dan manusia. Sementara itu, faktor abiotik mencakup elemen lingkungan seperti suhu, kelembapan, tanah, air, dan cahaya matahari. Pemahaman tentang kedua faktor ini sangat penting bagi petani dan pelaku agribisnis untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mengantisipasi berbagai tantangan yang mungkin muncul dalam budidaya tanaman

Selengkapnya klik link di bawah ini :
Faktor Biotik dan Abiotik

Selasa, 11 Februari 2025

DasGriTan_XATPH_


Faktor-faktor yang mempengaruhi Hasil Panen Budidaya  Tanaman
 

(Kangkung)

Hasil panen budidaya kangkung dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat dikategorikan menjadi faktor lingkungan, faktor agronomis, dan faktor eksternal lainnya. Berikut adalah penjelasan rinci dari masing-masing faktor:

1. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan sangat menentukan pertumbuhan dan hasil panen kangkung, di antaranya:

a. Kondisi Tanah

  • Kangkung tumbuh optimal pada tanah yang subur, gembur, dan kaya akan bahan organik.
  • pH tanah ideal untuk kangkung berkisar antara 5,5 - 7,5.
  • Drainase yang baik diperlukan untuk kangkung darat, sedangkan kangkung air memerlukan lahan yang selalu tergenang.

b. Ketersediaan Air

  • Kangkung membutuhkan kelembapan tanah yang cukup agar pertumbuhan tidak terhambat.
  • Pengairan yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan kerdil, sementara kelebihan air (pada kangkung darat) dapat menyebabkan akar membusuk.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Hasil Panen Budidaya Tanaman

Selasa, 04 Februari 2025

ZPT ALAMI HEWANI_DasGriTanXATPH

 


ZPT ALAMI BAHAN DASAR HEWANI

Beberapa bahan berasal dari hewani yang dapat digunakan sebagai bahan dasar ZPT alami karena mengandung hormon pertumbuhan yang penting bagi tanaman. Berikut beberapa bahan hewani yang bisa digunakan:

 

1. Air Cucian Ikan (Mengandung Auksin & Sitokinin)

Bahan utama:

  • Air sisa cucian ikan segar (1 liter)
  • Gula merah (50 gram)
  • EM4 (10 ml)

Proses pembuatan:

  1. Saring air cucian ikan agar bebas dari kotoran kasar.
  2. Tambahkan gula merah dan EM4, aduk rata.
  3. Simpan dalam wadah tertutup selama 3-5 hari agar terjadi fermentasi.

Cara penggunaan:

  • Campurkan 100 ml larutan dengan 1 liter air, lalu siram ke tanah atau semprotkan ke daun untuk merangsang pertumbuhan akar dan tunas.
Kilk Link Lebih lengkapnya: ZPT Alami - Hewani

ZPT Alami dan Bahan Dasarnya

 

Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami dan Bahan-bahan Dasarnya

Pengertian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)

       Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) memiliki peran yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Zat Pengatur Tumbuh atau hormon (fitohormon) tumbuhan merupakan senyawa organik yang bukan hara, ZPT dalam jumlah sedikit dapat memacu, menghambat dan dapat merubah proses fisiologi tumbuhan. Zat Pengatur Tumbuh memberikan kontribusi penting dalam dunia pertanian. Pemahaman tentang fungsi dan peran hormon terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah hal yang wajib untuk dipelajari. Sebab penggunaan hormon tersebut harus dilakukan dengan tepat.

       Hormon tumbuhan (fitohormon) adalah sekumpulan senyawa organik, baik yang terbentuk secara alami maupun buatan manusia. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dalam kadar yang sangat sedikit mampu memberikan efek atau reaksi secara biokimia, fisiologis dan morfologis. ZPT berfungsi untuk mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan maupun pergerakan taksis tanaman dengan cara memacu, menghambat atau mengubahnya. ZPT bukan termasuk hara atau nutrisi, perbedaan pada fungsi, bentuk maupun senyawa penyusunnya.

Silahkan Klik link dibawah ini untuk lebih Jelasnya :
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) Alami dan Baham-bahan Dasarnya

Kamis, 23 Januari 2025

PKdK_XIALP

 Modul Pembelajaran: 

Desain Produk Kreatif Berbasis 

Agribisnis Lanskap dan Pertamanan

 

I. Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir fase ini, siswa mampu merancang dan menghasilkan produk kreatif berbasis agribisnis lanskap dan pertamanan dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan. Siswa juga mampu menganalisis potensi pasar, merencanakan proses produksi, dan membuat laporan evaluasi hasil kerja.

 

II. Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Siswa memahami konsep produk kreatif berbasis agribisnis lanskap dan pertamanan.
  2. Siswa mampu mengidentifikasi kebutuhan pasar untuk produk kreatif.
  3. Siswa mampu merancang desain produk kreatif sesuai dengan konsep agribisnis lanskap dan pertamanan.
  4. Siswa mampu membuat prototype produk kreatif dengan tema agribisnis lanskap dan pertamanan.

Materi Contoh Produk Kreatif  (PKdK) bisa klik Link dibawah ini :