MODUL PEMBELAJARAN
Mata Pelajaran : Dasar-dasar Agribisnis Tanaman
Kelas : X ATPH
Materi : Faktor Edafik: Tanah, pH Tanah dan Pengaruhnya terhadap
Budidaya Tanaman
BAB
1: PENGERTIAN FAKTOR EDAFIK
Faktor edafik adalah faktor yang
berkaitan dengan kondisi tanah yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Faktor ini mencakup tekstur, struktur, kesuburan tanah, kandungan
bahan organik, kadar air, serta tingkat keasaman atau kebasaan tanah (pH
tanah).
BAB
2: TANAH SEBAGAI MEDIA TUMBUH TANAMAN
A.
Komponen Tanah
Tanah terdiri dari beberapa komponen
utama:
- Mineral
– Berasal dari pelapukan batuan.
- Bahan Organik
– Sisa-sisa makhluk hidup yang mengalami dekomposisi.
- Air –
Berfungsi sebagai pelarut unsur hara bagi tanaman.
- Udara
– Membantu akar dalam proses respirasi.
B.
Jenis-Jenis Tanah
- Tanah Pasir
– Porositas tinggi, cepat kering, kurang subur.
- Tanah Lempung
– Daya ikat air tinggi, cocok untuk pertanian.
- Tanah Humus
– Kaya bahan organik, sangat subur.
- Tanah Gambut
– Asam dan miskin unsur hara.
BAB
3: PH TANAH DAN PENGARUHNYA
A.
Pengertian pH Tanah
pH tanah adalah ukuran tingkat
keasaman atau kebasaan tanah dalam skala 0-14. pH tanah yang ideal untuk
sebagian besar tanaman adalah 5,5-7,5.
Singkatan dari pH tanah
adalah "potential of Hydrogen" atau dalam bahasa Indonesia
sering disebut sebagai "potensial hidrogen". pH tanah mengukur
tingkat keasaman atau kebasaan tanah pada skala 0-14, di mana:
- pH < 7 → Tanah asam
- pH = 7 → Tanah netral
- pH > 7 → Tanah basa (alkalis)
pH tanah sangat penting dalam pertanian
karena memengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman dan aktivitas
mikroorganisme di dalam tanah.
B.
Klasifikasi pH Tanah
pH
|
Kategori
|
< 4,5
|
Sangat Asam
|
4,5 - 5,5
|
Asam
|
5,6 - 6,5
|
Agak Asam
|
6,6 - 7,5
|
Netral
|
7,6 - 8,5
|
Agak Basa
|
> 8,5
|
Basa
|
C.
Pengaruh pH Tanah terhadap Tanaman
- pH terlalu rendah (asam): Menyebabkan keracunan Al, Mn, dan Fe serta menghambat
penyerapan unsur hara esensial seperti Ca dan Mg.
- pH netral:
Kondisi optimal bagi pertumbuhan tanaman karena unsur hara tersedia dalam
jumlah cukup.
- pH terlalu tinggi (basa): Menghambat penyerapan Fe, Mn, Zn, dan Cu yang penting
untuk pertumbuhan tanaman.
D.
Cara Menyesuaikan pH Tanah
- Menaikkan pH Tanah:
- Menggunakan kapur pertanian (dolomit/kalsit)
- Menambahkan bahan organik seperti kompos atau pupuk
kandang
- Menurunkan pH Tanah:
- Menambahkan sulfur atau pupuk berbasis amonium
- Menggunakan bahan organik yang mengandung asam humat
BAB
4: PRAKTIK PENGUJIAN PH TANAH
A.
Alat dan Bahan
- pH meter atau kertas lakmus
- Air suling
- Sampel tanah
- Wadah kecil
B.
Langkah-langkah Pengujian
- Ambil sampel tanah dari beberapa titik.
- Tambahkan air suling dan aduk hingga menjadi lumpur.
- Celupkan kertas lakmus atau masukkan pH meter ke dalam
larutan.
- Catat hasilnya dan bandingkan dengan tabel pH tanah.
BAB
5: KESIMPULAN
Tanah dan pH tanah memiliki pengaruh
besar terhadap pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, pemantauan dan pengelolaan
pH tanah sangat penting dalam budidaya tanaman untuk memastikan ketersediaan
unsur hara dan optimalisasi hasil panen.